Minggu, 30 Mei 2010

Tugas Resensi Buku part 2




Judul Buku : Being 20 Something is Hard
Penulis : Dewi Pravitasari
Terbitan : Diwan Publishing
Cetakan : cetakan Kedua, Desember 2007
Tebal : 372 halaman

Saraswati Senoto (Sara) adalah seorang psikolog cantik yang cukup sukses lewat klinik ngetop yang didirikannya bersama rekan-rekan seniornya. Profesinya ini menuntut Sara untuk selalu dapat objektif dalam membantu memecahkan masalah klien-kliennnya.
Setelah dapat menghindar selama 4 tahun lamanya suatu hari Sara harus dihadapkan pada kenyataan akan
kembalinya sang mantan pacar (Zani) yang pernah menggoreskan sejarah kelam bagi dirinya. Di sini Sara harus dapat memisahkan masalah profesionalisme dengan masalah pribadinya mengingat Zani adalah seorang klien yang harus dilayani dengan baik. Di hari yang sama Sara juga tak sengaja bertemu dengan  kakak tiri Zani (Radit) yang pernah juga menjadi seseorang yang spesial dalam hidupnya. Pertemuan dengan mereka berdua membawa Sara pada kenangan masa lalu dengan sejarah kelam di pertengahan umur 20-an, masa dimana ia tidak dapat memecahkan masalahnya sendiri. Pergantian dari fase remaja menjadi dewasa dengan segala idealisme pribadi, belum lagi tuntutan orang tua, menceburkan Sara dalam sebuah krisis umur 20-an, yang sering disebut Quarter Life Crisis. Keinginan menikah yang tidak menjadi kenyataan pernah mnyebabkan dirinya stres berat dan bahkan menjadi seorang alkoholik. Selain Sara, akan ada juga tokoh-tokoh lain yang memiliki kekhawatiran yang sama tentang hidup, meski faktor yang menyebabkannnya tidak selalu sama.

"Being Twenty-Something Is Hard" menceritakan tentang beratnya hidup yang dijalani oleh orang dalah fase umur 20 hingga 29 tahun dan sebagian orang diawal umur 30-an. Semua orang muda ingin hidup ideal, hidup yang bahagia dan sesuai dengan yang diinginkan tanpa harus bersusah payah atau bersyukur atas apa yang telah dimilikinya. Hal itu wajar, karena fase ini mereka masih memiliki ambisi yang besar, mimpi setinggi langit serta energi yang luar biasa besar. Padahal hidup itu tidak selalu ideal bahkan sering terasa pahit.

I'm a twentysomething, let me lie in
Leave me alone, I'm a twentysomething 
(Twenty Something-Jamie Cullum)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar